Kamis, 10 April 2014

Bio Data Glenn Fredly

Glenn Fredly Deviano Latuihamallo atau yang dikenal dengan nama Glenn Fredly (lahir di Jakarta, 30 September 1975) adalah seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia.

Karier

Glenn Fredly mengawali kariernya saat dia menjadi vokalis "Funk Section". Pada tahun 1995 (setahun setelah ia lulus SMA pada tahun 1994) Funk Section meluncurkan sebuah album eksklusif yang dikemas secara apik. Tiga tahun kemudian, Glenn bernyanyi solo dan meluncurkan sebuah album yang bertajuk GLENN dengan bermodalkan 8 buah lagu. Dalam album ini terdapat 3 buah lagu yang sering dinyanyikan Glenn yaitu "Kau" dan "Cukup Sudah" serta "MOBIL MAMA" yang menjadi hits di Malaysia.
Album kedua diluncurkan pada tahun 2000 dengan judul KEMBALI. Dalam album ini terdapat beberapa hits seperti "Salam Bagi Sahabat" dan "Kasih Putih". Seperti album perdananya, album ini masih bernaung di bawah Sony Music Indonesia dengan produser Aminoto Kosin. Album ini pun bernasib sama seperti album sebelumnya, meskipun cukup dikenal, namun kedua album Glenn ini belum memenuhi keinginan major label baik itu dari segi popularitas maupun penjualan.
Dengan keraguan besar dari pihak label, Glenn yang beragama Kristen ini meluncurkan album ketiganya bertajuk "Selamat Pagi, Dunia!" (2003). Tak dinyana banyak hits yang muncul dari album ini. Hits yang paling mengguncang Indonesia adalah lagu "Januari". Keberhasilan album ini membuat pihak Sony Music Indonesia membuat album repackage tahun 2004, dikemas dengan bonus VCD karaoke dan Unplugged Live Performance.
Tahun 2005 Glenn ditawari untuk membuat satu buah album sebagai soundtrack dari film baru CINTA SILVER. Satu tahun kemudian Glenn mengeluarkan album lagi sebagai penghargaan dan rasa hormatnya kepada musisi-musisi terdahulu, bertajuk AKU & WANITA. Pada tahun yang sama Glenn meluncurkan album ketujuh dengan judul TERANG. Kemasan suguhan terbaru dari Glenn ini adalah album yang bernuansa Natal dikarenakan berbarengan dengan Natal 2006. Tahun 2007 Glenn kembali mengeluarkan album tergressnya. Bertajuk HAPPY SUNDAY , album ini diklaim sebagai wahana dalam memancarkan spirit baru memandang kehidupan secara global melalui media musik.
Glenn Fredly menyanyikan tribute untuk Chrisye di Java Jazz Festival 2009
Pada Anugerah Musik Indonesia 2001, Glenn meraih penghargaan dalam kategori lagu terbaik dan penyanyi pria terbaik kategori musik R&B. Ia menikah dengan penyanyi Dewi Sandra pada tanggal 3 April 2006. Glenn juga perduli terhadap lingkungan. Hal ini dibuktikannya saat berpartisipasi dalam konser amal bertajuk 'Soul For Indonesian Earth', sebagai penghargaan akan bumi, pada tanggal 7 Juli 2007.
Pada tahun 2004, Glenn ikut serta dalam album milik Erwin Gutawa bertajuk "Salute to Koes Plus/Bersaudara". Dia menyanyikan dua lagu dalam album tersebut.
Glenn menjadi pembimbing bagi grup vokal Pasto dalam sebuah acara pencarian bakat di Trans TV. Pasto memenangi kontes tersebut.
Pada awal tahun 2005, Glenn menciptakan lagu "Kita untuk Mereka", yang didedikasikan untuk korban Tsunami di Aceh. Lagu tersebut dinyanyikan oleh kelompok bernama "Indonesian Voices", terdiri dari penyanyi-penyanyi Indonesia, termasuk almarhum Gito Rollies, Harvey Malaiholo, Rio Febrian, Duta Sheila on 7, Fadly Padi, Kikan Cokelat, Ahhmad Albar, Vina Panduwinata, Baim, Delon, Tia AFI, Ruth Sahanaya, Syahrani, Ubiet, dan lain-lain.
Bersama dengan Indonesian Voices, Glenn ikut menyanyikan lagu "Rumah Kita" dalam album "Tribute untuk Ian Antono".
Diakhir tahun 2011, Glenn berkolaborasi dengan Ras Muhamad membuat sebuah lagu berjudul "Tanah Perjanjian", lagu ini bercerita tentang keprihatinannya terhadap permasalahan di Papua. Dan lagu ini dibagikan secara gratis melalui situs resmi Rolling Stone Indonesia.
Glenn berkolaborasi dengan Tohpati, menyanyikan lagu "Jejak Langkah". Dalam tahun 2011 bersama Sandy Sondhoro dan Tompi membuat "Trio Lestari"

Bio Data Sandhy Sondoro

Sandhy Sondoro (lahir di Jakarta, 12 Desember 1973; umur 40 tahun) adalah seorang penyanyi, pencipta lagu dan pemain gitar asal Indonesia yang memulai karier musiknya di Jerman. Sandhy Sondoro lahir dari keluarga yang mencintai musik. Di rumahnya selalu terdengar musik Pop Amerika, Folk, Jazz dan Blues dari permainan gitar ibu atau ayahnya sehari-hari.
Di Indonesia, Sandhy Sondoro mulai bermain musik di sebuah band ketika SMA. Sandhy membawakan lagu-lagu rock dari band Van Halen, Mr. Big atau The Black Crowes dalam band tersebut. Pada usia 18 tahun ia pergi mengunjungi pamannya di California dan tinggal di sana untuk beberapa waktu. Setahun kemudian ia pergi ke Jerman untuk belajar arsitektur.
Sandy memulai karier musiknya sebagai musisi jalanan di kota Berlin, mengamen di Metro, dan bermain musik dari pub ke pub. Di jalanan Berlin ini pula ia mulai dikenal dan berkenalan dengan sejumlah musisi dan produser.
Setelah mengeluarkan album bertitel Why don't We pada 25 April 2008, pada akhirnya karya musiknya mendapat apresiasi positif di Jerman dan negara-negara Eropa lainnya.
Penyanyi berdarah Jawa, Makassar, Minang dan Palembang ini[1] menikahi Ade Sechan, adik dari presenter Sarah Sechan, pada 31 Agustus 2012.[2]

Rabu, 02 April 2014

10 Tips Menulis Lagu by @VokalPlus


10 Tips Menulis Lagu

Oleh: Indra Aziz
Kemampuan menulis lagu bukanlah sebuah keharusan tetapi merupakan sebuah keuntungan besar jika dimiliki seorang penyanyi. Alasan paling gamblang saja, jika penyanyi tersebut hendak merekam sebuah album, tanpa kemampuan menulis lagu ia harus bergantung kepada orang lain dalam urusan materi lagu, dan berbagi keuntungan pula. Selain itu, penyanyi yang juga menulis lagu sendiri secara otomatis menjadi lebih orisinil dalam bermusik, dan pun saat membawakan lagu orang lain ia tahu bagaimana proses kreatif lagu tersebut dan bisa membawakannya lebih bagus.
Menulis adalah proses kreatif yang sangat menyenangkan. Saat menulis kita menuangkan ekspresi dan cerita kepada calon pendengar kita nantinya. Bagaimana memulainya? Berikut ini beberapa hal yang membantu saya dalam menulis.
1. Tentukan tema cerita terlebih dulu
Bahkan lagu instrumental tanpa lirik pun memiliki tema. Tema menentukan ‘feel’ dari lagu tsb. Apakah lagunya sedih, atau ceria, semua dimulai dari tema.
2. Mengambil tema dari sekeliling kita
Tema cerita bisa kita dapatkan dari kisah hidup kita sendiri, bisa dari cerita hidup teman, bahkan bisa dari koran dan TV. Jangan mentok di tema cinta, masih ada tema tentang lingkungan hidup, politik, keluarga, bahkan religi sekalipun.
3. Deskriptif dalam tulisan
Gambarkan suasana ‘setting’ dalam lagu kita untuk memberi kedalaman bagi pendengar. Di mana anda berada, warna-warni di sekeliling kita, dingin atau panas, luas atau sempit, dsb.
4. Menulis seperti berbicara pada seseorang
Jika anda menulis tentang ayah anda, menulislah seperti anda berbicara padanya. Misalnya, “ayah, kau telah mengajariku, dan aku berterima kasih kepadamu”.
5. Jangan takut menulis
Tulis saja dulu apapun ide yang ada di kepala anda. Ingat bahwa anda bisa mengeditnya kapan saja. Salah satu rahasia menulis terletak pada proses edit, bukan saat mulai menulis.
6. Tentukan form
Dengan menentukan form kita mensetting layout lagu kita. Untuk lagu pop, form standar adalah sebagai berikut:
Intro – Verse 1 – chorus – verse 2 – chorus – bridge – chorus – ending
7. Elemen untuk memulai
Sebuah lagu bisa saja dikembangkan dari lirik, bisa juga dari sebuah riff, dari sebuah pola ritmik, dari melodi, dan bisa juga dari kord. Jangan menutup berbagai kemungkinan tersebut, buka ruang untuk eksplorasi.
8. Simpanlah koleksi ide anda
Kadang kala muncul ide di kepala anda, bisa berupa elemen di atas, simpan saja di sebuah buku ide, atau rekam dengan HP anda. Saat anda duduk untuk mengerjakan lagu anda, koleksi ide tsb dapat anda buka untuk referensi.
9. Penulisan kalimat yang lebih fleksibel
Dalam menulis lagu, penulisan kalimat tidaklah harus mengikuti pola penulisan yang baik dan benar, melainkan lebih fleksibel. Hal ini demi mencapai alur kalimat serta rima yang enak didengar. Misalnya “aku cinta padamu” bisa saja menjadi “padamu aku mencinta”.
10. Dengarkan lagu lain
Beberapa penulis lagu merasa takut mendengarkan lagu lain saat proses penulisan berlangsung. Biasanya mereka takut terpengaruhi oleh lagu tersebut. Bagi saya justru sebaliknya, mendengarkan lagu lain dapat memberi referensi, serta membantu kita untuk tetap terbuka pada segala kemungkinan karena kita tidak menutup diri.
Demikian beberapa tips yang mebantu saya dalam menulis lagu. Semoga tulisan ini bisa membantu bagi anda sudah menjadi penulis lagu maupun anda yang baru memulai.

Kamis, 27 Maret 2014

About Dr.Tompi SpBp

   Teuku Adifitrian, but more widely known as TOMPI, was born and raised in the town of Lhokseumawe, in ACEH. In 1997, he left Aceh and moved to Jakarta to pursue his studies at the University of Indonesia to become a Plastic Surgeon.
His hobby in performance arts has been apparent since childhood as he was actively involved in traditional Aceh music and dance performances. In the midst of his busy schedule, Tompi still tries to find time for his singing hobby.
In late 2004, again under the production of OPP (in association with Forte/Aquarius), Tompi got his recording break as a vocalist in a multi-ethnic world music album entitled Bali Lounge. Through this, people started to notice this multi talented man with an exceptional voice.
In July of 2005, OPP was proud to produce and release (in association with E-Motion) Tompi’s self-titled album debut, entitled Tompi or “T”. All the songs in this album are self-written, telling stories about experiences of Tompi and the people around him. The album was made passionately and to some extent impulsively, with one track in the album being written ten minutes before recording, while he was waiting outside the studio. This album was supported by well known musicians such as Lewis Pragasam and Marina Xavier.
The hit single “Selalu Denganmu”, which features Gita Wirjawan on the acoustic piano, climbed up to number one at all major radio stations in a matter of weeks.

Kamis, 06 Maret 2014

Biografi @dr_tompi

Biografi Singkat

Teuku Adifitrian atau lebih dikenal dengan nama Tompi terlahir di Lhokseumawe, Aceh, 22 September 1978 silam lalu ini adalah penyanyi jazz dan pembawa acara Indonesia. Ia dikenal melalui album Bali Lounge dan juga solo album-nya. Lahir dan besar di Lhokseumawe Aceh, karakter vokalnya dipengaruhi oleh nyanyian tradisional Aceh dan mengaji Al-Qur'an. Selain menyanyi, dia adalah seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan telah meraih gelar spesialis bedah plastik pada tahun 2010. Ia merilis albumnya bersama penyanyi Alda Rizma Elfariani.

Bermula dari kegiatan kampus, Tompi mulai memberanikan diri untuk tampil bernyanyi. Dari sinilah olah vokalnya terus terbentuk melalui perjumpaannya dengan Bertha dan Tjut Deviana.

Pengalaman pula yang akhirnya telah membawa warna suara dan musik pada Tompi sekarang. Selain bernyanyi, Tompi juga mengembangkan dirinya untuk menciptkan lagunya sendiri. Ia mulai menciptakan beberapa lagunya sendiri di waktu senggangnya dengan bantuan alat perekam kecil atau bahkan telepon genggamnya. Ia mengambil inspirasi pembuatan lagu dari suasana sekitar atau juga pengalaman pribadi dari orang orang terdekatnya.

Setelah cukup lama 'ngamen' dari satu acara ke acara lain, Ia mendapat tawaran untuk menjadi house band di The Bar, Four Season Hotel. Perjalanan karirnya sebagai penyanyi profesional telah membawanya ke berbagai pengalaman, termasuk menjadi vokalis grup band CHEROKEE yang memberinya kesempatan untuk tampil di Singapore selama 3 hari berturut turut. Dan dijuluki sebagai SuperVocalist atau SuperSound.

Tak sampai di situ, Ia berkesempatan bergabung dengan BALI LOUNGE, Band dengan warna musik yang cenderung etnis modern. Kemampuan olah vokal Tompi pun banyak terasah di sini, sehingga kini Tompi memiliki warna suara yang sangat khas. kini akhirnya memutuskan untuk membuat album solo dan bersolo karir.

Pria lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang tengah menempuh spesialisasi di bidang bedah plastik itu telah merilis album Cherokee (2004), Bali Lounge (2004), T (2005)dan Soulful Ramadhan (2005).

Tompi pun memiliki kisah yang dibukukan mengenai kisahnya sebagai dokter yang terjun ke dunia entertainment sepertinya, buku tersebut berjudul The Doctors, The Untold Stories. Dalam buku tersebut, selain terdapat kisah dokter Tompi ada pula Dokter Boyke, Lula, dan Sonia dalam buku tersebut.

Kisahnya Tompi adalah penyanyi yang kesasar di dunia kedokteran. Awalnya dokter Tompi ingin menjadi seorang insinyur tapi keluarganya menginginkan Tompi menjadi seorang dokter. Bagi masyarakat Aceh, profesi dokter adalah profesi yang sangat terhormat di masyarakat. Namun Tompi justru terlebih dahulu dikenal sebagai seorang penyanyi. Sebagai seorang musisi, dokter Tompi menjalani dua karier dengan sangat bagus.

Dalam buku yang diterbitkan Bhuana Ilmu Populer ini, dokter Tompi mengisahkan perjuangannya sebagai mahasiswa kedokteran. Ketika sedang terjadi kerusuhan 1998, ia masih menjadi mahasiswa kedokteran harus bertahan hanya dengan uang 6 ribu rupiah selama 3 hari. Dokter Tompi juga mengisahkan bagaimana ia harus bernyanyi di pagi hari setelah semalaman jaga malam di rumah sakit. Ketika itu, dokter Tompi sampai ketiduran di atas panggung. Orang-orang mengira Tompi begitu karena sangat menghayati musik, namun ternyata dokter Tompi benar-benar tidur.

Tompi mengakhiri masa lajangnya pada 1 September 2006 dengan menikahi kekasihnya, Arti Indira yang sudah dipacarinya selama 6 tahun.

Tahun 2007, Tompi kembali meluncurkan album solo keduanya, PLAYFUL. Dengan 13 lagu di dalamnya. Di dalam album ini terdapat lagu anak-anak yang diaransemen dengan musik khas Tompi, Balonku. Lagu ini spesial dilantunkan Tompi demi buah hatinya, Teuku Omar Dakari, yang lahir di Jakarta pada tanggal 4 November 2007.

Meski disibukkan dengan jadwal prakteknya sebagai seorang dokter namun Tompi tetap produktif berkarya menghasilkan lagu-lagu jazz terbaik. Album ketiganya yang diberi judul MY HAPPY LIFE diluncurkan pada 2008. Album ini menjagokan lagu Sedari Dulu sebagai single utama dan disusul dengan single Menghujam Jantungku.
 KaryaALBUM :

  • 2010 Tak Pernah Setengah Hati
  • 2009 Paris Jakarta Express
  • 2008 My Happy Life
  • 2007 Playful
  • 2006 Soulful Ramadhan
  • 2005 T
  • 2004 Cherokee
  • 2004 Bali Lounge

Sabtu, 01 Maret 2014

Sejarah Music Jazz

Jazz bisa sangat sulit untuk menentukan karena membentang dari waltz Ragtime untuk fusi era tahun 2000-an. Meskipun banyak upaya telah dilakukan untuk menentukan jazz dari sudut pandang di luar jazz, seperti menggunakan sejarah musik Eropa atau musik Afrika, kritikus jazz Joachim Berendt berpendapat bahwa semua upaya tersebut tidak memuaskan. Salah satu cara untuk berkeliling masalah definisi adalah untuk mendefinisikan jazz "istilah" lebih luas. Berendt mendefinisikan jazz sebagai bentuk "seni musik yang berasal dari Amerika Serikat melalui konfrontasi orang kulit hitam dengan musik Eropa", ia berpendapat bahwa jazz berbeda dari musik Eropa dalam jazz yang memiliki hubungan "khusus untuk waktu, yang didefinisikan sebagai 'ayunan' "," sebuah spontanitas dan vitalitas produksi musik di mana improvisasi memainkan peran ", dan" kemerduan dan cara ungkapan yang cermin individualitas dari musisi jazz melakukan ".
Travis Jackson juga mengusulkan definisi yang lebih luas dari jazz yang mampu mencakup seluruh era yang berbeda secara radikal: ia menyatakan itu adalah musik yang mencakup kualitas seperti "berayun", improvisasi, interaksi kelompok, mengembangkan sebuah" suara individu, dan menjadi 'terbuka' untuk kemungkinan musik yang berbeda Krin Gabbard mengklaim bahwa" jazz adalah membangun "atau kategori yang, sementara buatan, masih berguna untuk menunjuk" sejumlah musics dengan cukup umum harus dipahami sebagai bagian dari sebuah tradisi yang koheren ".
Sementara jazz mungkin sulit untuk menentukan, improvisasi jelas salah satu elemen kunci. Awal blues pada umumnya terstruktur sekitar pola panggilan-dan-respon yang berulang, unsur umum dalam tradisi lisan Afrika Amerika. Suatu bentuk musik rakyat yang meningkat di bagian dari lagu kerja dan bidang hollers Hitam pedesaan, blues awal juga sangat improvisasi. Fitur-fitur ini mendasar dengan sifat jazz.
Dalam unsur-unsur musik klasik Eropa interpretasi, ornamen dan pendampingan kadang-kadang kiri ke kebijaksanaan yang berprestasi itu, tujuan utama adalah pemain memainkan komposisi seperti yang tertulis.
Dalam jazz, Namun, pemain ahli akan menafsirkan sebuah lagu dengan cara yang sangat individu, tidak pernah memainkan komposisi yang sama persis dengan cara yang sama dua kali. Tergantung mood pemain dan pengalaman pribadi, interaksi dengan sesama musisi, atau bahkan anggota audiens, seorang musisi jazz / pemain dapat mengubah melodi, harmoni atau waktu penandatanganan di akan. musik klasik Eropa telah dikatakan media komposer. Jazz, namun, sering ditandai sebagai produk kreativitas egaliter, interaksi dan kolaborasi, menempatkan nilai yang sama pada kontribusi dari komposer dan pelaku, 'tangkas berat [ing] klaim masing-masing komposer dan improvisasi' .
Di New Orleans dan Dixieland jazz, performer bergantian bermain melodi, sementara yang lain countermelodies improvisasi. Dengan era swing, big band datang untuk lebih mengandalkan musik diatur: pengaturan entah tertulis atau dipelajari oleh telinga dan hafal - banyak artis jazz awal tidak bisa membaca musik. solois Individu akan berimprovisasi dalam pengaturan ini. Kemudian, di bebop fokus bergeser ke arah kelompok-kelompok kecil dan pengaturan minimal; melodi (dikenal sebagai kepala "") akan dinyatakan secara singkat pada awal dan akhir bagian, tapi inti dari kinerja akan menjadi serangkaian improvisasi dalam tengah. Kemudian gaya jazz seperti jazz modal meninggalkan gagasan ketat kemajuan akord, yang memungkinkan individu musisi berimprovisasi bahkan lebih bebas dalam konteks skala tertentu atau mode. avant-garde dan idiom jazz bebas izin, bahkan memanggil, meninggalkan chords, sisik, dan meter berirama.
Telah lama ada perdebatan di komunitas jazz atas definisi dan batas-batas "jazz". Meskipun perubahan atau transformasi jazz oleh pengaruh baru awalnya sering dikritik sebagai kehinaan "," Andrew berpendapat Gilbert jazz yang memiliki kemampuan "untuk menyerap dan mengubah pengaruh" dari gaya musik yang beragam. Sementara beberapa penggemar jenis tertentu jazz berpendapat untuk definisi sempit yang mengecualikan berbagai jenis musik juga dikenal sebagai "jazz", musisi jazz sendiri sering enggan untuk mendefinisikan musik mereka bermain. Duke Ellington menyimpulkan dengan mengatakan, "Ini semua musik." Beberapa kritikus bahkan menyatakan bahwa musik Ellington bukanlah jazz karena diatur dan mengatur. Pada teman sisi lain Ellington dua puluh solo Earl Hines's "transformatif versi "komposisi Ellington (pada Earl Hines Dimainkan Duke Ellington dicatat pada tahun 1970) yang dijelaskan oleh Ben Ratliff, New York Times kritikus jazz, seperti" sebagai contoh yang baik dari proses jazz sebagai sesuatu di luar sana ".
Berorientasi komersial atau populer yang dipengaruhi musik jazz bentuk memiliki keduanya lama dikritik, setidaknya sejak munculnya Bop. penggemar jazz tradisional telah diberhentikan Bop, tahun 1970-an jazz [era fusi dan banyak lain] sebagai periode penurunan nilai komersial dari musik. Menurut Bruce Johnson, musik jazz selalu memiliki ketegangan "antara jazz sebagai musik komersial dan bentuk seni" catatan Gilbert itu. Sebagai gagasan tentang kanon jazz adalah berkembang, "prestasi masa lalu" dapat menjadi "... istimewa atas kreativitas istimewa ..." dan inovasi seniman saat Village Voice. jazz kritikus Gary Giddins berpendapat bahwa sebagai penciptaan dan penyebaran jazz semakin dilembagakan dan didominasi oleh perusahaan hiburan besar, jazz adalah menghadapi "sebuah. .. masa depan berbahaya kehormatan dan penerimaan tertarik "David Ake. memperingatkan bahwa penciptaan" norma "dalam jazz dan pembentukan tradisi jazz" "mungkin mengecualikan atau sampingan lainnya yang lebih baru, avant-garde bentuk jazz . Kontroversi juga muncul lebih dari bentuk-bentuk baru jazz kontemporer dibuat di luar Amerika Serikat dan berangkat secara signifikan dari gaya Amerika Di satu pandangan mereka merupakan bagian penting dari pengembangan saat ini jazz itu;. di lain mereka kadang-kadang dikritik sebagai penolakan terhadap tradisi jazz penting.
Asal-usul dari jazz kata adalah salah satu yang paling dicari asal usul kata dalam bahasa Inggris Amerika modern. Bunga intrinsik Kata's - American Dialect Society menamakannya Kata Abad Duapuluh - telah menghasilkan penelitian yang cukup besar, dan sejarahnya dengan baik didokumentasikan. Seperti dijelaskan lebih rinci di bawah, jazz dimulai sebagai istilah slang Pantai Barat sekitar tahun 1912, yang berarti yang bervariasi tetapi tidak mengacu pada musik atau seks. Jazz datang berarti musik jazz di Chicago sekitar tahun 1915. Jazz dimainkan di New Orleans sebelum waktu itu, tapi tidak disebut jazz.
Jazz kata membuat salah satu penampilan yang paling awal di San Francisco bisbol menulis pada tahun 1913. "Jazz diperkenalkan ke San Francisco pada 1913 oleh William (Spike) Slattery, olahraga Call editor, dan disebarkan oleh pemimpin-band bernama Seni Hickman itu tercapai. Chicago dengan 1915 namun tidak mendengar di New York sampai setahun kemudian. "Salah satu kegunaan yang dikenal pertama dari kata jazz muncul di 3 Maret 1913, artikel bisbol di San Francisco Bulletin oleh ET "Scoop" Gleeson
Asal-usul dari jazz kata adalah salah satu yang paling dicari asal usul kata dalam bahasa Inggris Amerika modern. Bunga intrinsik Kata's - American Dialect Society menamakannya Kata Abad Duapuluh - telah menghasilkan penelitian yang cukup besar, dan sejarahnya dengan baik didokumentasikan. Seperti dijelaskan lebih rinci di bawah, jazz dimulai sebagai istilah slang Pantai Barat sekitar tahun 1912, yang berarti yang bervariasi tetapi tidak mengacu pada musik atau seks. Jazz datang berarti musik jazz di Chicago sekitar tahun 1915. Jazz dimainkan di New Orleans sebelum waktu itu, tapi tidak disebut jazz.
Jazz kata membuat salah satu penampilan yang paling awal di San Francisco bisbol menulis pada tahun 1913. "Jazz diperkenalkan ke San Francisco pada 1913 oleh William (Spike) Slattery, olahraga Call editor, dan disebarkan oleh pemimpin-band bernama Seni Hickman itu tercapai. Chicago dengan 1915 namun tidak mendengar di New York sampai setahun kemudian. "Salah satu kegunaan yang dikenal pertama dari kata jazz muncul di 3 Maret 1913, artikel bisbol di San Francisco Bulletin oleh ET "Scoop" Gleeson .

Cara Handal Mengajarkan Buah Hati

Setiap orang tua memiliki gaya dan caranya sendiri dalam mengajari buah hatinya. Penyanyi sekaligus dokter bedah plastik Tompi pun memiliki cara handal untuk membuat pintar anak-anaknya. Tompi menggunakan dongeng serta kegiatan bermain sebagai ajang edukasi.

Salah satu contoh saat Tompi mengajarkan alphabet kepada anak-anaknya. Berbeda dengan para orang tua yang mengajari dengan bernyanyi lagu alphabet dalam bahasa Inggris, Tompi mengajarinya secara acak.

"Saya ngajarinnya di tengah-tengah becanda. Misalnya lagi enak-enaknya ngobrol, tiba-tiba ini kak, ini namanya E," kata Tompi meniru cara belajarnya. Ayah tiga anak ini pun mengaku tidak mengajari alphabet kepada anaknya secara berurutan dari A-B-C sampai Z, tapi sesuai kesukaannya saja.

Sama halnya ketika anak pertamanya mengalami trauma berenang. Ketika itu, sang anak sedang main di kolam renang rumah temannya. Namun karena panik ia pun susah bernapas dan merasa seperti tenggelam serta meronta ronta dalam air. Sejak saat itu, Teuku Omar Dakari yang masih berusia 5 tahun ini pun tidak mau lagi berenang.

Berbagai cara sudah dilakukan Tompi agar sang anak mau kembali main di kolam renang. "Saya sudah pakai berbagai cara dari mulai baik sama yang keras agar dia mau berenang lagi," lanjut Tompi mengingat usahanya. Namun sayang tidak ada yang berhasil.

Sampai akhirnya suami Arti Indira ini memakai cara mendongeng yang kebetulan adalah aktivitas kesenangan keluarganya. "Pulang praktik, saya langsung cerita tentang Bahlul (tokoh utama kesayangan keluarga Tompi) yang tidak bisa berenang. Pokoknya unsur kolam renang saya masukkan terus dalam cerita itu," kata pria asal Aceh ini mengingat perjuangannya. Beruntung sang anak akhirnya mau berenang kembali setelah dibujuk melalui dongeng itu.

Psikologi memang bukan ilmu yang sangat dikuasai Tompi. Namun dengan latar belakang dokter yang juga pernah belajar sedikit psikologi serta belajar berempati pada pasien, ia pun belajar bagaimana melihat psikologi lawan bicara termasuk anaknya. "Intinya saya ingin agar anak belajar tapi merasa seperti tidak belajar," katanya.

Selasa, 25 Februari 2014

antara dua sisi @dr_tompi

Menikmati lagu-lagunya seakan mendengar seseorang yang sedang bermain-main dengan nada. Penggabungan unsur pop, jazz, funk, hip hop, dan soul membuat nada-nada tersusun apik dan dinamis menunjukkan karakter ceria penciptanya. Namun ternyata penyanyi berperawakan sedang ini juga bisa menjadi sangat serius saat sedang menjalankan satu sisi hidupnya yang lain. Ia bak tak mau diusik peran selebritasnya, terutama saat sedang menelusuri lorong-lorong rumah sakit sebagai dokter yang mengambil studi spesialis di bidang bedah plastik.
Jangan heran jika bertemu penyuka mie Aceh dan es teler ini sedang menunjukkan muka jutek
ketika berada di balik jas putihnya. Tampak jelas berbeda dengan pembawaannya yang ringan dan friendly di panggung hiburan. Saat itu pasti pelantun tembang “Sedari Dulu” ini sedang tak mau diusik, apalagi melakonkan sisi selebritasnya. “Kalau saya lagi kerja di rumah sakit, orang awam terkadang menuntut saya untuk bersikap seperti yang terlihat di teve, harus ramah atau menunjukkan semua hal yang positif dari saya. Padahal saya manusia biasa yang juga bisa merasakan lelah, atau kesal, sehingga berpengaruh secara psikologis. Jadi saya tak bisa manis ke semua orang, malahan saya sering terlihat jutek!” aku penyanyi yang memiliki nama asli Teuku Adifitrian ini.
Bisa dipahami, sebagai seorang dokter yang sedang mengambil studi spesialis di jurusan Kedokteran, tugas-tugas yang diterima pastilah tidak mudah. Apalagi ditambah dengan tugas-tugas keartisan yang sering menuntutnya untuk melupakan saat-saat beristirahat. Saat sedang lelah dan tegang, tiba-tiba ada penggemar yang memintanya menyanyi atau berfoto bersama di tempat yang tidak semestinya, tentu saja ini dapat mengusik hatinya.
“Waktu di rumah sakit, saya juga harus menghormati lingkungan saya. Menghormati konsulen saya, dosen serta teman-teman sejawat saya, juga harus menghormati orang-orang yang sedang sekarat di sana. Sehingga tidak tepat saja jika saya melayani penggemar saya di sana,” ucapnya tegas. Hal ini kadang menyisakan perasaan bersalah di benak dokter yang memilih bedah plastik, karena masih ada hubungannya dengan seni ini. Ia berjanji untuk memberi pengertian kepada para penggemarnya agar dapat memahami perannya saat itu. “Saya minta maaf pada para penggemar, dan mohon pengertiannya. Jika melihat saya sedang memakai baju dokter, berarti saya sedang tidak mau diganggu,” ujarnya dengan mimik serius.
Namun benarkah Tompi seorang yang seserius perannya di balik jas putih? “Saya ini serius, tapi juga kekanak-kanakkan. Saya suka sekali anak kecil,” ucap penyuka Ella Fitzgerald ini jujur. Seakan ada dua sisi yang berpadu di dirinya. Hal ini tampak dari lagu-lagunya yang playfull dan ceria. Coba saja simak lagu anak-anak “Balonku” yang telah diaransemen ulang, atau sisi cinta komedi yang tampak jelas pada lagu “Lulu dan Siti” dalam album Playfull. Menurut Tompi, dunia musik yang digelutinya merupakan kompensasi dari dunia kedokteran yang serius. Sehingga kedua dunia ini menciptakan keseimbangan satu dengan yang lain dalam dirinya.
Walau sibuk, namun musisi yang kerap bertopi fedora ini cukup produktif. Tompi mengaku jarang keluar untuk sekedar hangout bersama teman-temannya sesama dokter di saat-saat luang. Waktunya lebih banyak dilakukan untuk mengutak-utik laptop-nya menciptakan satu dua lagu. “Kadang jika sedang tak ada pasien di kamar jaga, saya mengerjakan satu lagu, baru tidur. Bahkan di album terakhir, saya baru take vocal sekitar jam 2-3 pagi,” kata anak kedua dari empat bersaudara ini. Ide membuat lagu, menurutnya, bisa datang dari mana saja. Dari cerita teman, film, lagu lain, atau bahkan kisah pribadi. Hanya ia tak pernah mencontek mentah-mentah kisah pribadinya ke lagu. “Bisa bahaya!” kata pencinta semua album Stevie Wonder ini sembari tersenyum.
Masih naik turun
Putra Teuku Zulkifli dan Safura yang lahir di Lhokseumawe, Aceh, tigapuluh tahun lalu ini baru pindah ke Jakarta saat melanjutkan sekolah ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1997. Ia merasa pendidikan agama yang didapatnya di Aceh sangat ketat, berbeda dengan apa yang dihadapinya di sini. Menurutnya, nilai-nilai yang ada di dunia artis sangat longgar. “Godaannya besar sekali. Semua kenikmatan dunia itu ada di Jakarta. Jika iman kita sedang turun, mudah sekali terbawa. Untungnya saya tidak suka minum [alkohol-red] dan merokok, sehingga tidak merasa perlu ikut teman-teman sesama musisi ngumpul di café. Kerasnya pendidikan agama yang saya terima di Aceh juga ikut membentengi diri saya,” ucap Tompi.
Meski mengaku imannya masih naik turun, namun sebagai seorang dokter yang kerap menghadapi pasien yang kritis – bahkan meninggal – ia merasa terus menerus diingatkan, “Peristiwa itu seperti warning buat saya. Bahwa kita bisa kapan saja mengalami hal itu.” Selain itu kehadiran putranya pada November tahun lalu juga jadi benteng rohani yang paling besar baginya. Ia tak mau si kecil mengikuti jejaknya jika ia berbuat hal-hal yang kurang baik.
Untuk tetap bisa menjaga imannya, ia menggunakan Ramadhan ini sebagai sarana evaluasi dan perenungan sehingga bisa terus menerus memperbaiki diri. Tompi juga merasa terbantu dengan adanya momen saling memaafkan di Hari Raya ‘Idul Fitri. “Saya memang bukan tipe pendendam, tapi kalau punya masalah dengan orang lain, katakanlah sampai sakit hati atau kecewa karena dikhianati, saat dimintai maaf, rasanya gimana gitu. Tapi saat Lebaran, rasanya memaafkan siapa saja menjadi lebih tulus,” akunya.
Tompi mengaku kali ini tak mengeluarkan album bernuansa rohani seperti Soulful Ramadhan, yang pernah dibuatnya pada bulan puasa tiga tahun lalu. “Membuat lagu religi bukan main-main buat saya. Beban morilnya berat. Dan bagi saya itu bukan sebagai sarana untuk mencari uang. Jadi saya tak mau terjebak dari sisi bisnis album religi. Sehingga kalau saya nanti membuat lagi album religi, insya Allah niatnya adalah untuk ibadah. Âmîn.” jelas penyanyi yang baru merilis album My Happy Life ini.

Minggu, 23 Februari 2014

Modal Music Jazz

Modal Music Jazz adalah jazz yang dimainkan menggunakan mode musikal dibanding pergerakan chord . Ketika musis berbicara tentang cara atau mode dalam jazz , mereka seringkali mengartikan berdasar tujuh modes (seven modes based) dalam skala major. Saya lebih suka untuk memperlakukan tiap mode tetap dalam posisinya Biarpun dalam mengenal konsep ini tidak salah untuk mengambil skala mayor dan memainkan tiap not dalam pergerakan mode tonic . Cara yang digunakan Modal Jazz tapi pemahaman tentang mode seringkali dapat juga membantu belajar improvise perubahan chord . Penting untuk memahami pendekatan ini hanya dapat digunakan sebagai awal untuk belajar improvisasi melodi .
Pemahaman mengenai modal jazz membutuhka pemahaman pengetahuan dari mode musikal . Mode adalah skala ketujuh yang digunakan dipertengahan musik tapi kembali digunakan oleh komposer seperti Claude Debussy dan sering juga digunakan komposer abad 20 . Pada be-bop seperti juga pada hard bop musisinya menggunakan chords untuk menampilkan background mendampingi solois . Sebuah lagu dapat saja mulai dengan tema yang menggambarkan pengenalan chords yang digunakan solois . Chords ini dapat berulang diseluruh lagu ketika solois akan memainkan bagiannya . Di 1950an improvisasi bersama chords menjadi sesuatu bagian yang dominan dari jazz pemain pemain tambahan direkaman tersebut menambahi tapi tidak lebih dari bentuk chords yang sudah direncanakan untuk dimainkan . Mengkreasikan perubahan solos menjadi lebih extra sulit .
Diakhir 1950 musisis bingung atau frustasi dengan chords yang berulang mencoba dengan pendekatan modal (yang berhubungan dengan perasaan) . Mereka tidak menulis lagu menggunaka chords tapi malah menggunakan skala modal . Ini berarti bassis sebagai contoh (instance) tidak harus bergerak dari satu not penting dalam chord ke not yang lain - selama mereka tetap pada skala yang digunakan dan mementingkan not yang benar dalam skalanya mereka sebenarnya dapat bergerak kemana saja . Pianis sebagai contoh yang lain tidak harus memaikan chord atau variasi chordnya tapi bisa melakukan apa saja selama dia tetap pada skala yang digunakan . Solois juga punya keleluasaan improvisasi .
Pada kenyataannya cara yang diambil solois mengkreasikan perubahan perubahan solonya secara dramatik dimulai sejak kedatangan modal jazz . Sebelumnya tujuan solois bermain solo untuk mengepaskan dengan set chordnya . Bagaimanapun dalam modal jazz solois harus mengkreasikan melodi dalam satu chord yang mungkin potensial menjadi membosankan bagi pendengarnya . Oleh karena itu tujuan musisinya membuat melodi sama menariknya . Modal jazz dalam esensinya adalah kembali kemelodi .
Hal yang penting untuk diketahui adalah kesempatan bassis dan pianis untuk bergerak pada not diskala yang tidak cocok dengan chord utama dari skalanya . Sebagai contoh dalam skala Ionian C adalah not utama . Not yang lain sebagai contoh B tidak cocok dimainkan dengan C ini tidak mungkin digunakan diluar lagu modal jazz yang ditulis dalam C ketika memainkan chord C . Dalam lagu modal itu mungkin yang berarti not yang dimainkan tidak dikenali sebagai bagian dari C mayor .
Di modal jazz komposisi yang pentingadalah "So What" oleh Miles Davis dan "Impressions" dari John Coltrane . Kedua komposisi ini dimainkan dalan cara Dorian yang berarti dimainkan minor . Keduanya sama sama menggunakan bentuk AABA dan pada D dorian untuk bagian A dan memodulasikan naik setengah ke Eb Dorian untuk bagian B nya . Di album King of Blue nya Miles Davis satu yang dapat dipandang sebagai explorasi modal jazz Ini album yang penting dan menonjol serta album jazz klasik .
Improvisasi dalam konteks modal salah satu pemusiknya harus memulainya dalam skala yan spesifik sebagai contoh dalam D dorian: D, E, F, G, A, B, C, D . Tapi satu yang harus diingat adalah kemungkinan untuk mengambil sejumlah not dari skalanya (dan tidak semua) untuk mengkreasikan dalam skala yang lebih kecil atau pilihan dalam berimprovisasi
Sebagai contoh dalam D dorian salah satu harus memainkan not dari D minor triad (tiga serangkai) (Dalam kenyataannya ini adalah yang dilakukaan Miles diimprovisasinya (to begin with?)) atau salah satu musisinya konsisten memakai triads yang ada dimodanya. (C maj, Dmin, Emin dll.) . Yang pasti adalah jikalau anda atau musisi memilih triad yang upper structure triad (struktur diatasnya atau lebih tinggi) dari chordnya musisi akan mendapat tekanan lebih disana . Musisi mungkin juga menggunakan banyak pentatonic yang berbeda dalam skalanya seperti C major pentatonik F major pentatonik dan G major pentatonik . (Not yang agak tidak harmonis seperti A minor D minor dan E minor pentatonik dimainkan berturut turut) . Sebagai pilihan itu tampak seperti batas not yang dapat meluaskan pilihan improvisasi untuk pemain dalam pendekatan modal jazz .